Memang akhir-akhir ini teknologi 4G di Indonesia sedang membooming. Dengan layanan internet yang jauh lebih cepat daripada 3G, sangat memanjakan jutaan rakyat Indonesia yang sebagian besar memiliki keinginan untuk terus mengakses internet dengan cepat, murah biayanya, dan banyak konten yang didapat. Ketersediaan perangkat merupakan salah satu faktor pendukung migrasi 4G ini. Namun harga handset 4G yang belum semurah 3G menjadi salah satu penyebab sebagian besar pengguna ponsel di Indonesia belum hijrah ke konektivitas generasi keempat tersebut.
Di samping itu, masyarakat masih berfikir ulang dengan adanya berita bahwa teknologi 4G memiliki dampak buruk bagi perangkat mobile. Smartphone lebih cepat rusak merupakan salah satu dampak yang bisa diakibatkan penggunaan layanan berbasis 4G LTE. Menurut Joy Wahyudi kerusakan ponsel disebabkan perpindahan jaringan atau handover yang terlalu sering. Hal tersebut dikarenakan ekosistem 4G di Indonesia belum mapan. Joy juga menjelaskan bahwa handover bisa terjadi karena dari sisi komposisi jaringan, 2G memang masih jaringan terkuat karena infrastrukturnya paling banyak dibandingkan 3G. Infrastruktur 4G LTE yang dijalankan tentu masih kalah jauh dengan dua teknologi yang terdahulu, yaitu 2G dan 3G.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar