Senin, 25 Juli 2016

Sekilas 5G Indonesia

Generasi kelima (5G) merupakan teknologi telekomunikasi yang saat ini ditunggu-tunggu banyak orang. Fifth generation (5G) yang kabarnya akan segera direalisasikan pada tahun 2020 memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh generasi-generasi sebelumnya. Dengan kecepatan yang mampu menembus 10 Gbps (gigabits per second) ini diklaim memiliki kecepatan transfer data 100 kali lebih cepat daripada 4G. Selain itu teknologi 5G memiliki kehandalan yang sangat baik dan area cakupan yang sangat luas.

Melihat beberapa kelebihan yang dimiliki 5G, virtual reality, smart city, smart car, dan teknologi hologram bisa dinikmati oleh kebanyakan orang. Orang-orang akan mampu streaming video dengan resolusi 4K secara terus menerus tanpa putus. Selain itu menggunakan virtual reality, orang dapat berkomunikasi secara langsung dan seakan-akan melihat dan bertemu langsung dengan orang yang diajak berkomunikasi. Disisi lain adanya smart home, smart building, smart city, hingga smart car besar kemungkinan terealisasi. Dengan sebuah sistem database yang terintegrasi, semua yang orang butuhkan dapat terpenuhi secara sempurna.

Penerapan 5G di Indonesia tidak boleh tertinggal oleh negara-negara maju. Saat ini peringkat kecepatan internet terkencang di dunia, Indonesia mengantongi nomor 92. Oleh karena itu untuk meningkatkan prestasi kecepatan internet, seharusnya Indonesia mengambil teladan negara maju seperti Korea Selatan, baik dari segi teknologi, infrastruktur, maupun birokrasi telekomunikasinya. Memang menjadi suatu tantangan tersendiri ketika menerapkan teknologi 5G di Indonesia karena wilayah Indonesia yang sangat luas dan masih banyak daerah open area atau daerah yang belum terjamah internet.

Teknologi Seluler 2G

Teknologi 2G (second generation) yang telah diluncurkan pada tahun 1991 lalu berbasis pada teknologi GSM. Walaupun sudah lampau dan tertinggal jauh oleh teknologi pada saat ini, 2G sudah menggunakan sinyal digital seperti yang ada saat ini. Tidak seperti teknologi 1G (first generation) yang masih menggunakan sinyal analog dalam media transmisinya.

Kecepatan transfer data yang dimiliki teknologi 2G sebesar 64 kilobits per second (64 kbps). Beberapa fitur yang dapat diakses melalui teknologi 2G ini meliputi text messages (SMS), picture/audio messages (MMS). Kelemahan 2G adalah belum mampunya menghandel kebutuhan pengiriman data yang kompleks seperti data berupa video.

Di Indonesia teknologi 2G sangat lama diterapkan. Infrastruktur telekomunikasi seperti jangkauan area 2G di Indonesia sangat luas bahkan sampai ke pelosok negeri. Bahkan di daerah-daerah yang belum terjangkau teknologi 3G maupun 4G seperti saat ini, jangkauan 2G masih tetap ada.

Saat ini kebanyakan masyarakat telah menggunakan teknologi 3G atau 4G. Dan jarang sekali yang menggunakan teknologi 2G walaupun masih ada yang lebih suka mengirimkan text messages berupa SMS. Untuk sekarang ini memang teknologi 2G masih perlu dipertahankan walaupun sebenarnya sudah tertinggal oleh 3G dan 4G karena teknologi 2G-lah yang akan menjadi cadangan (backup) jalur komunikasi. Tidak terbayang jika 2G dipadamkan dan semua menggunakan 3G atau 4G, lalu secara tiba-tiba berada di daerah pelosok yang sangat minim bahkan tidak ada layanan 3G atau 4G. Banyak orang yang tidak bisa komunikasi satu sama lain. Oleh karena itu dengan masih adanya teknologi 2G yang mampu merambah sampai ke pelosok negeri masih terdapat backup untuk jalur komunikasi.

Rabu, 18 Mei 2016

Sekilas 4G di Indonesia [OPINI]

Saat ini teknologi telekomunikasi mobile yang berkembang di Indonesia sudah sampai teknologi 4G. Tidak heran banyak operator seluler yang berlomba-lomba untuk mencari pelanggan dengan cara menawarkan kecanggihan teknologi 4G yang dimilikinya dengan tarif terjangkau. Selain itu masyarakat pun juga sangat ingin mencicipi teknologi 4G LTE khususnya kecepatan internet yang jauh lebih cepat daripada 3G. Dibalik semua itu penerapan 4G LTE di Indonesia tergolong lambat dibandingkan dengan penerapan di negara-negara maju seperti Jepang, Korea, Singapura, dll.

Setelah sekian lama menanti frekuensi yang dilegalkan untuk konektifitas 4G, kini penerapan 4G di Indonesia belum merata. Masih di kota-kota besar saja yang sudah support jaringan 4G. Sehingga pada umumnya masyarakat yang sudah lama memiliki gadget atau smartphone canggih yang tinggal di daerah pedesaan, belum pernah merasakan teknologi 4G, padahal dilihat dari segi perangkat yang dimiliki, sudah canggih.

Selain itu perusahaan smartphone mulai berlomba-lomba membuat parangkat yang dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga terjangkau. Walaupun memang perangkat yang sudah support terhadap teklogi 4G, memiliki harga yang lebih tinggi daripada perangkat yang hanya support sebatas 3G saja.

Dari sisi gaya hidup, dengan adanya teklogi 4G LTE ini dapat mengubah gaya hidup masyarakat. Dengan internet kecepatan tingginya masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu luangnya untuk browsing di dunia internet. Bahkan saat ini orang tidak perlu mengunduh musik untuk didengarkan atau video untuk disimpan, namun tinggal menggunakan aplikasi pemutar media online semua bisa dilakukan bahkan playlistnya bisa sangat banyak. Di lain sisi anak-anak jaman sekarang ketagihan dengan yang namanya game online walaupun hanya melalui smartphone mereka, Waktu-waktu luang mereka habiskan untuk game online, padahal sebenarnya waktu-waktu luang itu bisa digunakan untuk mengasah kecerdasan skill mereka seperti lari-lari, bersepeda, membersihkan kamar, masak, dan sebagainya.

Itulah teknologi 4G LTE yang ada di Indonesia menurut versi saya. Memang teknologi akan semakin berkembang tetapi kita sebagai pengguna teknologi tersebut harus pintar-pintar menyikapinya, jangan sampai terlene dengan kecanggihan teknologi yang sudah kita punya.

Polemik Penemu 4G LTE [OPINI]

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan adanya berita yang menyatakan bahwa penemu 4G LTE adalah orang Indonesia. Dr. Eng. Khoirul Anwar, orang asli Kediri yang lama menimba ilmu dan hidup di negara matahari terbit adalah sosok yang selama ini ikut serta dalam pengembangan teknologi 4G LTE. Banyak masyarakat bahkan wartawan yang meliput bahwa Khoirul Anwarlah orang yang menemukan teknologi 4G LTE. Padahal Khoirul Anwar hanya menemukan teori atau konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) yang kemudian konsep tersebut disadur oleh teknologi 4G LTE yang saat ini berjalan. Memang 4G LTE tidak bisa muncul dari penelitian seorang saja yang kemudian bisa dinobatkan sebagai penemu. Namun teknologi ini adalah hasil riset panjang yang berasal dari banyak ilmuwan, melalui konferensi 3GPP international teori-teori yang ditemukan bergabung menjadi satu sehingga terciptalah suatu sistem baru yang disebut 4G LTE.

Dibalik itu semua, dengan adanya berita bahwa Khoirul Anwar adalah penemu 4G LTE asal Indonesia, ada ilmuwan lain yang tidak sependapat. Memang nama Khoirul Anwar sudah sangat banyak dikenal di kalangan masyarakat bahkan beliau juga sering muncul di acara-acara talkshow di stasiun televisi. Lalu apa yang menjadikan masyarakat percaya bahwa Khoirul Anwar lah yang menemukan teknologi 4G? Kembali lagi ke Khoirul Anwar, di acara talkshow Kick Andy (http://www.youtube.com/watch?v=Gq-Yw38dZyw) beliau kurang tegas menyatakan bahwa dirinya bukan penemu 4G LTE. Sehingga penemuan konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) yang di kemudian hari dipakai dalam teknologi 4G LTE, sering diartikan secara sederhana oleh awam menjadi 'Khoirul Anwar penemu 4G LTE'. Namun pada 17 Maret 2016, Dr. Eng. Khoirul Anwar sudah memberikan klarifikasi kepada masyarakat mengenai polemik ini, dan menyatakan dirinya bukan penemu teknologi 4G LTE melainkan penemu konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) yang dipakai dalam teknologi 4G LTE.

Senin, 25 April 2016

Review Permasalahan Alih Teknologi 3G ke 4G di Indonesia

Memang akhir-akhir ini teknologi 4G di Indonesia sedang membooming. Dengan layanan internet yang jauh lebih cepat daripada 3G, sangat memanjakan jutaan rakyat Indonesia yang sebagian besar memiliki keinginan untuk terus mengakses internet dengan cepat, murah biayanya, dan banyak konten yang didapat. Ketersediaan perangkat merupakan salah satu faktor pendukung migrasi 4G ini. Namun harga handset 4G yang belum semurah 3G menjadi salah satu penyebab sebagian besar pengguna ponsel di Indonesia belum hijrah ke konektivitas generasi keempat tersebut.

Di samping itu, masyarakat masih berfikir ulang dengan adanya berita bahwa teknologi 4G memiliki dampak buruk bagi perangkat mobile. Smartphone lebih cepat rusak merupakan salah satu dampak yang bisa diakibatkan penggunaan layanan berbasis 4G LTE. Menurut Joy Wahyudi kerusakan ponsel disebabkan perpindahan jaringan atau handover yang terlalu sering. Hal tersebut dikarenakan ekosistem 4G di Indonesia belum mapan. Joy juga menjelaskan bahwa handover bisa terjadi karena dari sisi komposisi jaringan, 2G memang masih jaringan terkuat karena infrastrukturnya paling banyak dibandingkan 3G. Infrastruktur 4G LTE yang dijalankan tentu masih kalah jauh dengan dua teknologi yang terdahulu, yaitu 2G dan 3G.